Sunday, March 31, 2013

Membantu penyembuhan Pasien Sirosis Hati



Penyakit hati menahun yang difus ditandai dengan adanya kematian sel hati, pembentukan jaringan ikat yang disertai pembentukan benjolan. Hal ini dapat menyebabkan gangguan aliran darah ke hati dan mengganggu fungsi hati. Sirosis sendiri merupakan kelanjutan dari kerusakan hati yang antara lain disebabkan oleh infeksi virus hepatitis kronik (B atau C) dan juga bisa akibat minum alkohol. Selain itu, dapat pula akibat infeksi lain, obat , racun, autoimun, dan penyakit saluran empedu. Sebagian pasien (sekitar 10 persen) yang terinfeksi virus hepatitis B tidak dapat sembuh total dan penyakitnya menjadi kronik yang kemudian berlanjut menjadi sirosis. Kemungkinan untuk menjadi kronik pada orang yang terinfeksi virus hepatitis C jauh lebih besar.
penyebab sirosis hati yang lainnya adalah:
  1. Sirosi hati karena infeksi kronis virus hepatitis B.
  2. Hepatitis autoimun. Sistem kekebalan tubuh biasanya membuat antibodi untuk menyerang bakteri,  virus, dan kuman lainnya. Pada hepatitis autoimun,sistem kekebalan tubuh membuat antibodi terhadap sel-sel hati yang dapat menyebabkan kerusakan dan sirosis hati.
  3. Penyakit yang menyebabkan penyumbatan saluran empedu sehingga tekanan darah terhambat dan merusak sel-sel hati. Sebagai contoh, sirosis bilier primer, primary sclerosing, dan masalah bawaan pada saluran empedu.
  4. Non-alcohol steato-hepatitis (NASH). Ini adalah kondisi  di mana lemak menumpuk di hati sehingga menciptakan jaringan parut dan sirosis hati.  Kelebihan berat badan (obesitas) meningkatkan risiko mengembangkan non-alcohol steato-hepatitis.
  5. Reaksi parah terhadap obat tertentu sehingga timbul sirosis hati.
  6. Beberapa racun dan polusi lingkungan.
  7. Infeksi tertentu yang disebabkan bakteri dan parasit.
  8. Gagal jantung parah yang dapat menyebabkan tekanan balik darah dan kemacetan di hati.
  9. Beberapa penyakit warisan langka yang dapat menyebabkan kerusakan pada sel-sel hati – pemicu sirosis hati – seperti hemokromatosis (kondisi yang menyebabkan timbunan abnormal zat besi di hati dan bagian lain tubuh) dan penyakit Wilson (kondisi yang menyebabkan penumpukan abnormal zat tembaga di hati dan bagian lain tubuh).

Gejala dan Tanda
Pada stadium awal biasanya sirosis tidak menimbulkan gejala apapun. Namun semakin banyak jaringan hati yang luka dan menimbulkan parut maka akan timbul gejala-gejala berikut;
  • Penurunan nafsu makan
  •  Penurunan berat badan
  • Mual
  • Timbul pembuluh darah vena seperti jaring laba-laba di bawah kulit
  • Letih, lemah
  • Kulit dan mata berwarna kuning, serta warna air seni seperti kola
  • Perdarahan pada lambung dan usus
  • Cairan di dalam rongga abdomen (asites)
  • Gatal pada tangan dan kaki yang dapat berlanjut ke seluruh tubuh
  • Bengkak pada tungkai dan kaki (edema)
  • Gangguan mental

Pemeriksaan Laboratorium
Karena sirosis tidak menimbulkan gejala, biasanya dokter menemukan penyakit ini pada saat pemeriksaan kesehatan rutin. Apabila ada kecurigaan yang mengarah ke penyakit ini maka dapat pemeriksaan laboratorium darah yang dapat memperlihatkan fungsi hati. Untuk melihat gambaran hati dapat dilakukan ultrasonografi (USG), CT-scan, MRI. Biopsi (pengambilan jaringan) hati dilakukan untuk menegakkan diagnosis. Pemeriksaan ini merupakan tes yang sangat baik untuk diagnosis sirosis. Hasilnya dapat menentukan keparahan dan tipe kerusakan jaringan hati.

XAMthone Plus Obat Alami untuk Sirosis Hati XAMthone Plus yang merupakan minuman kelas premium yang terbuat dari kulit buah manggis sangat ampuh mencegah sekaligus membantu menyembuhkan sirosis hati. Riset ilmiah Chi Kuan Ho dari Rumah Sakit Veteran, Taipeh, Taiwan, membuktikan bahwa kulit manggis memiliki efek sitotoksis terhadap sel kanker hati. Senyawa aktif yang berperan melawan sel kanker adalah garcinone E yang merupakan salah satu turunan xanthone dalam kulit manggis.
Periset itu menguji kulit manggis secara preklinis pada sel kanker yang diambil dari jaringan hati, paru-paru, dan perut. Mereka lalu membandingkan garcinone E dalam kulit manggis dengan beberapa obat kemoterapi komersial. Hasil penelitian menunjukan, garcinone  E memiliki angka LD50 mencapai 0,5 – 5,4 µm. Artinya, dosis itu mampu membunuh 50% sel kanker hati. Semakin rendah angka LD50, maka daya bunuh terhadap sel kanker hati semakin tinggi. Angka LD50 garcinone E lebih rendah alias lebih ampuh ketimbang obat kemoterapi komersial.
Kulit manggis juga berperan sebagai antibakteri. Anggota staf pengajar Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung, Prof Dr Elin Yulinah Sukandar, dan rekan membuktikan kulit manggis Garcinia mangostana memiliki aktivitas antimikrob. Hasil penelitian menunjukan pemberian mangostin hasil isolasi dari ekstrak kulit manggis menggunakan pelarut heksana dalam berbagai dosis dapat menghambat pertumbuhan 3 jenis bakteri penyebab diare: Shigella flexneri, Salmonella typhi, dan Escherichia coli. Dari berbagai dosis itu, efek penghambatan paling tinggi adalah pada konsentrasi 10 mg/l.

0 komentar:

Post a Comment