Thursday, May 23, 2013

Membantu Penyembuhan Penyakit Campak



Sakit campak disebabkan karena infeksi virus campak golongan Paramyxovirus.
Penyakit Campak  adalah suatu infeksi virus yang sangat menular, yang ditandai dengan demam, batuk, konjungtivitis (peradangan selaput ikat mata/konjungtiva) dan ruam kulit.
Penularan infeksi terjadi karena menghirup percikan ludah penderita campak. Penderita campak bisa menularkan infeksi ini dalam waktu 2-4 hari sebelum timbulnya ruam kulit dan 4 hari setelah ruam kulit ada.
Campak disebarkan melalui bersin, batuk dan bahan terjangkit dan permukaan yang terdedah kepada pesakit. Setiap tahun diperkirakan ada 30 juta hingga 40 juta kasus campak terjadi di seluruh dunia dan menyebabkan lebih dari 75,0000 kematian.

Penyebab Campak
Campak  adalah penyakit infeksi yang sangat mudah menular . Campak disebabkan oleh paramiksovirus ( virus campak). Penularan campak terjadi melalui percikan ludah dari hidung, mulut maupun tenggorokan penderita campak (air borne disease). Masa inkubasi adalah 10-14 hari sebelum gejala campak muncul.
Kekebalan terhadap campak diperoleh setelah vaksinasi, infeksi aktif dan kekebalan pasif pada seorang bayi yang lahir ibu yang telah kebal (berlangsung selama 1 tahun). Orang-orang yang rentan terhadap campak adalah: bayi berumur lebih dari 1 tahun , bayi yang tidak mendapatkan imunisasi,  remaja dan dewasa muda yang belum mendapatkan imunisasi kedua.

Gejala Campak
Gejala Campak mulai timbul dalam waktu 7-14 hari setelah terinfeksi, yaitu berupa:

·      Bercak Koplik
·      Nyeri otot
·      Mata Merah ( conjuctivitis )
·      Panas badan
·      Nyeri tenggorokan
·      Hidung meler ( Coryza )
·      Batuk ( Cough )
 
2-4 hari kemudian muncul bintik putih kecil di mulut bagian dalam (bintik Koplik). Ruam (kemerahan di kulit) yang terasa agak gatal muncul 3-5 hari setelah timbulnya gejala campak diatas. Ruam ini bisa berbentuk makula (ruam kemerahan yang mendatar) maupun papula (ruam kemerahan yang menonjol). Pada awalnya ruam tampak di wajah, yaitu di depan dan di bawah telinga serta di leher sebelah samping. Dalam waktu 1-2 hari, ruam menyebar ke batang tubuh, lengan dan tungkai, sedangkan ruam di wajah mulai memudar.
Pada puncak penyakit campak, penderita campak merasa sangat sakit, ruamnya meluas serta suhu tubuhnya mencapai 40° Celsius. 3-5 hari kemudian suhu tubuhnya turun, penderita campak mulai merasa baik dan ruam yang tersisa segera menghilang.
Demam, kecapaian, pilek, batuk dan mata yang radang dan merah selama beberapa hari diikuti dengan ruam jerawat merah yang mulai pada muka dan merebak ke tubuh dan ada selama 4 hari hingga 7 hari.

XAMTHONE PLUS Membantu Menyembuhkan Pasien Campak.
Jus Kulit Manggis Obat Herbal Penyakit Campak adalah sebuah produk kesehatan generasi terkini yang merupakan hasil karya anak bangsa Indonesia, yang dibuat dari misal ekstrak kulit manggis, dengan kombinasi bahan-bahan alami lainnya yang menjadikan Xamthone sangat aman untuk diminum. Xamthone Plus Obat Herbal Penyakit Campak ini juga sudah melewati banyak jenis proses pengamatan ilmiah selama tahunan. Proses pembuatan dilakukan dengan cara teknologi canggih yang mengikutsertakan oleh banyak ahli di bidangnya, sehingga menjamin mutu serta konsistensi produk. Inilah produk kesehatan kebanggaan Indonesia yang telah menjadi fenomena di tanah air maupun sampai ke seluruh dunia.



Survey telah membuktikan bahwa kandungan senyawa xanthone yang terdapat pada kulit buah manggis memiliki super antioksidan melebihi jenis buah lainnya. Super antioksidan ini berfungsi sebagai penangkal radikal bebas yang terdapat dalam tubuh kita. Selain itu xanthone juga berperan sebagai anti-penuaan, anti-virus. Zat xanthone juga berperan untuk mengembalikan dan menetralisir fungsi organ tubuh yang mengalami gangguan seperti halnya pada penyakit Campak ini . Jus Kulit Manggis Obat Tradisional Penyakit Campak sangat aman diminum rutin setiap harinya dan bisa saja dijadikan minuman kesehatan keluarga kita.
Ini Pasti sangat bermanfaat, dan untuk pemesanan silahkan klik DISINI!!

0 komentar:

Post a Comment